Permainan kedua, Pasir waktu. Kami diberikan 3 buah bola ping-pong, beras, dan satu gelas plastik. Kasus yang harus kami selesaikan ialah, bagaimana caranya memasukkan ketiga bola ping-pong tersebut yang kemudian ditambah dengan beras. Kami tidak langsung melakukannya, namun kami berpikir dulu bagaimana caranya karena tidak boleh diulang. Yang pertama, bola ping-pong tersebut harus masuk tanpa menyembul keluar ketika dimasukkan beras. Cara yang kami lakukan adalah karena gelasnya gelas plastik, gelas itu bisa dipenyetkan untuk menahan bolanya agar tidak menyembul keluar. Setelah itu kami masukkan berasnya perlahan-lahan agar tidak menggerakkan posisi bola yang sudah sangat pas di gelas tersebut. Akhirnya kami bisa menyelesaikannya walau tidak semua beras dapat ditambahkan di gelas tersebut.
Maksud dari permainan ini adalah bagaimana cara kita memanajemen waktu. Bola ping-pong tadi mewakili kegiatan primer yang harus dilakukan setiap hari, sedangkan beras adalah kegiatan sekunder sehari-hari. Kegiatan primer harus lebih didahulukan dibandingkan kegiatn sekunder, namun ada aja kendala yang memaksa kita melakukan hal sekunder dulu baru yang primer. Contohnya : nonton piala dunia sampai pagi, padahal besok ada kuis. Nah, agar waktu yang kita punya dapat diatur dengan baik, diperlukan strategi. Contoh strategi yang kami lakukan di permainan tadi ialah dengan melakukan rencana lalu mempenyetkan gelas plastik tersebut. Dalam kehidupan sehari-hari kita harus memanajemen waktu seefektif dan seefisien mungkin. Kita perlu melakukan perencanaan waktu yang matang lalu kita realisasikan dalam kehidupan sehari-hari. Kenapa hal yang kami lakukan di permainan tersebut tidak boleh diulang? Karena faktanya, waktu tidak akan pernah bisa diulang. Maka dari itu mari kita belajar memanajemen waktu dengan baik

Tidak ada komentar:
Posting Komentar