Disampaikan dalam mata kuliah tamu ”Menulis Populer” oleh Bapak Rudi Santoso pada hari Jumat, 12 November 2010.
Kemampuan menulis dipegang oleh 3 hal yakni : Mendengar, Melihat, dan Membaca. Kalau kita tidak pernah mendengar, tidak pernah melihat atau menyimak, dan tidak pernah membaca, bisa dipastikan bahwa kemampuan kita menulis terbatas. Hal yang paling penting adalah membaca. Kalau kita ingin melatih kemampuan menulis baik itu tulisan ilmiah atau populer, kita bisa meniru gaya tulisan seseorang.
MENULIS POPULER :
Ÿ Sederhana : Pasti akan dipahami oleh orang yang membaca.
Yang harus diperhatikan dalam menulis :
- Gunakan paragraf yang sederhana
- Menggunakan kalimat baku dengan maksimal 15 kata tiap kalimat
- Gunakan rumus sederhana SPOK
- Gunakan struktur tulisan :
1. Problem – Solusi
2. Sebab – Akibat
Ÿ Orientasi kepada pembaca
- Berempati : Kita harus tahu benar siapa pembaca kita.
- Tulisan kita harus mudah dipahami pembaca.
- Jangan ”menyiksa” pembaca.
- Pahami bahwa pembaca sangat beragam.
- Bereksperimen kecil : menanyakan pemahaman tulisan kita pada pembaca
Ÿ Hindari Istilah Asing
- Gunakan istilah yang populer
- Reliable dan rasional : Unduh a.k.a download (download lebih familiar digunakan)
- Jangan bersembunyi di balik istilah asing (menutupi kekurangan).
- Menggunakan banyak istilah asing akan ”menyiksa” pembaca
Ÿ Hindari jargon, singkatan, dan akronim
- Penggunaan yang berlebihan bisa menghambat proses komunikasi yang sedang berlangsung
- Jargon biasa digunakan untuk ”persembunyian” kejahatan. Contoh :
1. Obligasi rekap : Utang triliunan dari uang rakyat
2. Diamankan : Ditangkap aparat
Ÿ Spesifik dan Konkrit
- Penggunakan akronim dan jargon membiaskan substansi (isi) tulisan. Contoh : istilah ”KKN” cenderung ambigu.
Ÿ Detil yang relevan
- Rinci dan detail
- Tetap menggunakan bahasa yang disederhanakan
Contoh : ”luas wilayah 1775 km persegi” menjadi “sekitar 1700 km persegi”
Ÿ Analogi yang sederhana
- Hindarkan angka-angka yang rumit (buatlah pembaca mampu berimajinasi dengan jelas)
TIPS SINGKAT MENULIS OPINI :
Ÿ Buat kerangka tulisan
Ÿ Kenali gaya selingkung media massa yang akan dituju
Ÿ Buatlah judul yang agitatif (mempengaruhi) yang positif
Ÿ Sertakan data sederhana sebagai pendukung
Ÿ Masukkan kutipan singkat dari tokoh yang menulis hal serupa di media beberapa hari sebelumnya
Ÿ Berikan data anda yang sedikit menjual
Tambahan (jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang diajukan) :
Ÿ Gaya bahasa surat kabar Jawa Pos dan Kompas berbeda. Idealisme jurnalistik mulai tersentuh oleh orientasi pasar. Jawa Pos menggunakan orientasi pasar trend jadi belum menyentuh pada idealisme jurnalistik sedangkan Kompas merupakan jenis media massa yang cenderung memiliki idealisme yang tinggi. Karena editor di kompas merupakan para ahli bahasa. Jawa Pos lebih laku daripada kompas karena mengacu pada orientasi kepada pasarnya.
Ÿ Media jurnalistik sudah kehilangan idealisme karena sudah dipengaruhi oleh globalisasi yang melahirkan liberalisasi, baik ekonomi, sosial, politik, budaya dll.
Ÿ Menulis opini di koran bisa menggunakan kalimat sendiri asalkan masih dalam batas-batas tertentu.
Ÿ Semua orang memiliki bakat menulis. Seseorang dapat memiliki keahlian menulis jika dilatih setiap hari dan ditunjang oleh banyaknya membaca berbagai tulisan yang bermanfaat.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar