| sumber gambar : http://i235.photobucket.com/albums/ee27/everymaimai/p2do1.gif |
Mesin Waktu. Disini kami diminta merenungi hidup yang telah kami tempuh selama ini. Kami membayangkan bahwa kami sedang berada di pesawat dan akan terbang ke kampung halaman untuk bertemu dengan orangtua. Di pesawat itu, semakin lama kami melihat bahwa bumi yang kami pijak itu semakin lama semakin mengecil. Terkadang sebagai manusia kita sangat sombong menjalani hidup ini, padahal manusia di alam semesta hanya bagian kecil sangat kecil bahkan tidak akan kelihatan jika dibandingkan dengan luasnya alam semesta ini.
Lalu kami diajak kembali ke masa-masa dimana beban masih tidak ada. Dimana kita berbahagia padahal kita merepotkan orang-orang di sekitar kita, khususnya orangtua. Saya paling sensitif jika mendengar hal-hal semacam itu, jadi air mata saya tak terbendung ketika diingatkan kejadian-kejadian yang sangat membahagiakan yang menyatakan bahwa orangtua memang sangat menyayangi anak-anaknya dan ingin melakukan apa saja untuk menunjang pendidikan anak-anaknya. Sedangkan kita sebagai anak terkadang masih membantah dan banyak menuntut hal yang menurut kita harus kita miliki sedang kita tidak tahu bagaimana perjuangan mereka mewujudkan semua itu. Semua itu seharusnya menjadi motivasi kita untuk berjuang menjalani hal yang orangtua perjuangkan kepada kita. Orangtua saya sendiri tidak pernah merasakan bangku kuliah seperti saya disini, mereka selalu memperjuangkan nasib kami agar lebih baik dari mereka. Yah, itulah yang saya takuti sebenarnya, melihat kalian kecewa. Tapi saya tidak boleh menganggap semua ini beban, namun jadikan ini sebagai motivasi untuk menuntut ilmu dan mempersembahkan yang terbaik untuk mereka.
Dan setelah merenungi semuanya dengan segala cucuran air mata yang tak tertahan, kami diminta berteriak sekencang-kencangnya untuk melepas beban ini. Lalu diberikan masing-masing satu balon yang belum diisi udara, kami diminta meniup balon tersebut sebesar-besarnya lalu memecahkannya. Dengan begitu beban atau masalah ataupun keluhan bisa sedikit berkurang dan membawa kelegaan tersendiri.
Nilai-nilai yang saya dapat dari 3 permainan ini yaitu : tanggung jawab, percaya diri, jangan menganggap kewajiban adalah beban, jangan menunda-nunda pekerjaan, jangan membantah kedua orangtua, jadikan perjuangan orangtua sebagai motivasi, jangan banyak mengeluh, banyak berdoa kepada Allah swt, lakukan hal yang berguna, jangan menghambur-hamburkan uang untuk hal yang tidak perlu, dan yang terakhir yakni ’orangtua selalu menyayangi, merindukan, dan mandoakan anaknya’.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar